Menjadi Guru Era Baru Dengan "Batunet"

Senin, 03 Desember 2012

Pembaharuan Sekolah


Sekolah Juga dapat Menjadi Organisasi Pembelajar (Learning Organization)

Konsep Organisasi Pembelajar yang lahir di dunia bisnis, dalam era informasi seperti saat ini yang bergerak seakan membuat segalanya tanpa batas, mendorong organisasi untuk terus berubah. Perubahan ini tentunya dapat terjadi jika organisasi terus-menerus belajar. Dalam konteks sekolah sebagai organisasi pendidikan, dengan tuntutan kualitas dari masyarakat akan pendidikan terhadap anak-anak mereka, membuat sekolah harus berpikir ekstra dalam pengelolaannya. 

Organisasi pembelajar sebagaimana digagas oleh Peter Senge  dalam bukunya "Five Dicipline" menyatakan bahwa organisasi pembelajar adalah organisasi yang memiliki 3 ciri yaitu; 1. individu, tim dan akhirnya organisasinya terus memunculkan Aspirasi; 2. Terus melakukan perenungan untuk mengembankgan kemampuan untuk menemukan pola serta cara kerja baru; 3. Kapasitas tersebut di konseptualisasikan  dalam cara-cara serta sistem baru.(Senge, 2002:24-25). Jadi Gagasan Learning Organization adalah organisasi yang tiada henti  mengembangkan kapasitasnya untuk menciptakan masa depannya (Wahyudi, 2011:1).
Oleh karena itu sekolah seyogya dapat menerapkan konsep ini dalam pengembangan dirinya untuk menjawab tantangan permintaan mutu pendidikan dari masyarakat.
Lantas apa yang harus dilakukan oleh sekolah agar dapat menjadi organisasi pembelajar. Sekolah sebagai organsasi pendidikan yang mencetak sumber daya manusia tentunya berbeda dengan manufacturing, karena sperti yang dikemukakan oleh Philip (2010:2) bahwa para pemimpin di organisasi sektor publik  menghadapi tantangan yang sama untuk meningkatkan kemampuan adaptasi dan respon perusahaan mereka sebagai eksekutif swasta. Namun, di sektor publik, pemimpin sering bekerja dengan kendala yang lebih besar, dalam hal sumber daya, tradisi dan struktur kebijakan. Hal ini bahkan lebih kasus di Asia Timur di mana norma-norma budaya serta besar, struktur organisasi yang sangat kaku menghambat pengembangan organisasi sektor publik. Meski demikian konsep organisasi pembelajar dapat diterapkan di sekolah seperti yang dilaporkan oleh  beberapa peneliti misalnya Hon Bui dan Yehuda Baruch" Creating Learning organization in Higher Education: Applying a system Prespective; Carol Jean Christian. " An investigation of a middle-high school system as a learning organization during the implementat", Bowen, Gary L;Ware, William B;Rose, Roderick A;Powers, Joelle D.Assessing the Functioning of Schools as Learning Organizations dan yang lainnya.
Untuk menjadikan diri sebagai organisasi pembelajar,maka sekolah harus mampu menjembatani terbentuknya proses transformasi pengetahuan dari individu ke individu, individu ke timnya, individu ke organisasinya atau tim ke organisasinya. 
Proses dalam organisasi pembelajar dikenal dengan istilah institusionalisasi pengetahuan dari individu ke pengetahuan organisasi (Tjakraatmadja, 2006:142).
Jadi Kepala sekolah bukan lagi menjadi satu-satuya sumber ide atau gagasan untuk pengembangan sekolah. Untuk merangsang muncul ide-ide cemerlang, sekolah seyogya  memberi ruang dan mendorong  guru dan staf administrasi sekolah untuk menciptakan budaya berbagi (sharing knowledge) melalui pemberdayaan MGMP yang konsisten. Dari sharing ini  akan tercipta budaya mutu dimana semua elemen sekolah tertaut pada  isu  MUTU dalam segala suasana terutama pada saat berada disekolah. Indikasi terciptanya budaya MUTU adalah semua elemen yang ada dalam organisasi pada organisasi sekolah adalah guru serta staf Administrasi sekolah jika berada diruang guru atau di sekolah  bukan gosip pribadi yang mengemuka tetapi diskusi tentang apa dan bagaimana sekolah dan pengajaran kita seharusnya.

Referensi 

Senge. Peter. 2002. The Fifth Discipline. (Ir. Hari Suminto, Penerjemah). Batam. Interaksara.
Wahyudi. Andreo. 2011. Dinamika Knowing Organization. Jakarta Timur. Yayasan RABI (Ragi Anak Bangsa Indonesia).
Tjakraatmadja. Jan Hidayat. dkk. 2006. Knowledge Management. Dalam Konteks Organisasi Pembelajar. Bandung. SBMTB.

Tidak ada komentar: